Saya Menangis Untuk adik saya sebanyak 6 kali

Mungkin article berikut pernah anda baca, saya pun sudah 2 kali mendapat kiriman email yang sama. Tapi setiap membacanya, batin saya selalu tergugah dengan cerita ini.

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri ima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. Continue reading

Advertisements

Dimanapun Kau Berada

Wahai Adam..,
Aku tidaklah segigih Hawa, yang berlari-lari antara Safa dan Marwah,
Bukan jua sesetia Ainul Mardhiah yang menanti kekasihnya di pintu syurga,
Aku juga bukan seorang Khadijah ataupun Fatimah Az Zahra,
Aku bukanlah Aisyah Humaira,
Apalagi Rabiatul Adawiyah yang mengabdikan sepenuh cinta pada Tuhannya…

Ketahuilah olehmu wahai Adam..,
Aku sekadar mampu cuba mencontohi bunga-bunga itu
Kembang mekar mewangi sehingga harumnya melewati pintu-pintu Jannah..

Adam..,
Jangan sesekali kau mencari kecantikan Zulaikha padaku kerana aku tidak memiliki kecantikan itu,
Aku sekadar gadis biasa yang insyaAllah punya akhlak yang mampu menyejukkan mata hatimu,
Jangan sesekali juga kau mengharapkan aku seorang Balqis, wanita hartawan,
Kayaku hanya kaya budi dan santun yang tiap hari kusuburi dengan taqwa dan ikhlas,
Biar rendangnya kelak menaungi hangat ranjau kehidupanmu…

Sedarilah olehmu wahai Adam..,
Dengan iman yang saban hari diuji inilah kupelihara kelopakku,
Sehingga kelak kau memiliki aku sebagai sayap kiri perjuanganmu,
Siapapun dirimu kuyakin sepenuh yakin,
Bahawa engkaulah yang terbaik yang Allah ciptakan untukku…

Pesanku Adam..,
Jangan sesekali kau tewas dengan fitnah dunia,
Jangan sesekali kau terbuai dengan bisikan syaitan,
Bentengi hatimu dengan taqwa sepenuh taqwa,
Teguhkan imanmu meniti hari-hari di pentas ujian ini,
Dan di mana pun dirimu kini,
Aku akan sentiasa mendoakan kesejahteraanmu,
Sehingga kelak kita bersatu di bawah lembayung rahmat dan redha-Nya

Dikutip dari :http://qurratulaini.wordpress.com/

Perempuan (Khususnya untuk para Lelaki)

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.

Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu Tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu. Dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele…hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu. Dialah yang akan menyelesaikan bagiannya…sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu… kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan.
Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki… tetapi ia butuh Continue reading