NgeJomBlo itu (sementara) Nikmat Jenderal!!

joomloSebelumnya tulisan ini saya posting disini. dan,alhamdulillah banyak mendapat respon positif dari teman-teman.buat para jomblo, jangan minder n sedih, karna saat tulisan ini diposting,saya juga masih jomblo. hehe..😀

Kenapa ?! aneh ? Bukannya mau “melawan” kalo Jomblo itu pedih. cuma buat perenungan aja di usia 23 mau 24 ini. Habisnya begitu banyak “anglo-anglo” yang sudah sangat panas seolah olah menyuruh untuk “lanjut” untungnya tuh anglo gak pada meledak.

Banyak orang yang menyesal setelah menikah. Iya nyesel, (kenapa nggak dari dulu) . Meski begitu, jomblo bukan berarti penderitaan man. Buktinya banyak kok yang bangga dan bahagia dengan ke-jomblo-annya. Ini terbukti dengan munculnya istilah seperti Jojoba (Jomblo – jomblo Bahagia), Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Imut),dan Joker’s (Jomblo Keren nan sukses). Yang nggak kalah keren ada istilah High Quality Jomblo.

Jomblo emang lagi naik daun Sebagai seorang bolamania, Jomblo itu ibarat pemain yang bertipe oportunis, single fighter,atau kalo dalam istilah organisatoris itu “one man show” tidak bergantung pada pemain lain, selalu punya kelebihan dalam melihat dan memanfaatkan peluang sekecil apapun di pertahanan lawan untuk menghasilkan yang terbaik.

Kemandiriannya membuat si Jomblo fokus pada tujuan permainan, dan tidak terpengaruh hal lain. Dia adalah seorang motivator dan inspirator dari sebuah tim. Bebas bergerak menjelajah lapangan tanpa terikat pada posisi. Mampu mengoptimalkan stamina, teknik, dan daya tahan dalam menghadap lawan untuk bertahan atau bahkan berkreatifitas dalam melakukan pola-pola penyerangan ke daerah pertahanan lawan. Memiliki visi permainan yang cerdas untuk mencapai kemenangan. Dia mampu melihat sanctuary yang tidak bisa dilihat oleh pemain lain. Permainannya dikenal dengan “Jogo bonito” dalam bahasa brazil dikenal dengan bermain cantik.

Ngejomblo atau tidak sebetulnya sih nggak begitu penting. Hanya sebuah status sosial yang ada di dalam masyarakat. Karena yang terpenting adalah bagaimana kemudian kita bersikap dan berbuat dengan status kita ini. Kalau kita jomblo tetapi kita menyikapinya dengan penuh rasa syukur, positif, kreatif, produktif dan aktif (termasuk aktif nyari….pasangan kali). Insya Allah kita akan bisa menikmatinya.kalo mengambil kata iklan Enjoy aja!Percaya deh dengan begitu jomblo jadi hal yang nggak menakutkan lagi buat kita.

Jadi lihatlah ke-Jomblo-an sebagai peluang, bukan sebagai hambatan. jangan keluh kesah, terima ia sebagai sebuah nikmat lalu bersyukurlah, kalo kata SO7 jangan “berhenti berharap” Sampai nanti tiba di batas waktu. Karena bicara soal cinta,berarti bicara tentang hal yang indah dan rumit serta kompleks. Apalagi kalo udah sampe nyangkut ke hati, waduh…tambah repot aja jadinya. Kalo orang bilang hati adalah ruang tanpa kata-kata. Kadang bisa sangat besar dan bisa menyimpan sebuah rahasia yang sangat besar sekalipun,tapi bisa juga menjadi sangat sempit bahkan lebih sempit dai lubang arum sekalipun.

Ada yang bilang cinta itu virus,Tapi ada juga yang bilang cinta itu sebuah anugerah, entahlah mana yang tepat. Tapi yang perlu diingat bahwa orang yang jatuh cinta itu ibarat sedang bermain judi. Filosofis banget ya. karena ketika kita mencintai seseorang kita siap untuk siap untuk bertaruh seberapa besar yang akan kita berikan kepada orang yang kita cintai itu. Jika kita memberikan segalanya, maka kita pun harus siap untuk kehilangan segalanya,jikalau ternyata kita gagal. Dan jika kita hanya berikan bagian demi bagian maka jika gagal kita tidak akan kehilangan segalanya. Dan itu adalah pengalaman hidupnya saat ia memutuskan untuk jatuh cinta, memberikan segalanya dan akhirnya gagal.wah jadi ngelantur gini.

Ok Balik lagi ke masalah per-jomblo-an. Jangan sampai status ke-jomblo-an bikin kita jadi “mutung”, apalagi ketika melihat adik tingkat atau mungkin temen se-angkatan dan sejenisnya yang usianya dibawah or sama dengan kita udah nggak jomblo lagi. Sampai pada akhirnya kita “cuci gudang” dan “banting harga”, ngobral. Sampe ada istilah 3 siapa dalam mencari jodoh. Usia under 25, “Siapa elo?”. Usia 25 – 30 tahun, “Siapa gue ya?”. Hingga akhirnya pada usia 30 keatas, “Siapa aja deh!”.

Buanglah gelisah, hapuslah resah dan jangan gundah dengan ke-jomblo-an. Lihat ia sebagai bagian dari rencana Allah dalam hidup kita. Percaya deh kita bisa tetap bahagia menikmati hari – hari kita.Percayakan bahwa jodoh memang ada di tangan Allah. Meski sebetulnya pepatah itu juga bermakna bahwa: walaupun kita sudah berusaha sangat keras sekali nguber, ngejar, sampai ngelamar tapi kalau bukan jodoh ya nggak akan jadi. Kalo dalam istilah sepakbolanya “total football”.Tapi sebaliknya, kalo kita hanya “defensive” di pertahanan sendiri atau dengan kata lain kalau kita nggak mau berusaha, nggak mau membuka diri, ya nggak bakal dapat juga. “Jodoh kita akan terus ada di tangan Allah” kalau kita nggak usaha. Kan nggak mungkin tahu – tahu ada seseorang yang sesuai kita inginkan datang dan mengatakan, “Eh.. Nikah, yuk!”.

Begitulah hidup, nggak semuanya bisa dijelaskan dengan logika. Otak kita memiliki batas kemampuan untuk mengungkap semua keajaiban alam semesta yang maha sempurna ini. Ada banyak hal dalam hidup ini yang hanya bisa kita terima tanpa reserve. Itu adalah rahasia Ilahi Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Kalau suatu keadaan itu memang tidak dapat kita ubah, misalnya kasus Jomblo ini, ya kita terima saja. Itu berarti jalan terbaik menurutNYA buat kita meski menurut kita belum tentu. Tapi DIA Maha Mengetahui yang terbaik buat hambaNYA. Toh gerundelan, uring –uringan, marah – marah, bahkan pake acara ngambek segala,percuma dech.

Mengalir sajalah, lakukan yang terbaik, semampu kita. Soal hasil akhir,Allah yang menentukan. Yang penting kita udah melakukan yang terbaik. Melawan “arus” cuma bikin capek sendiri dan menimbulkan “riak – riak” baru dalam hidup kita. Bukan berarti pasrah dan diam tapi seperti burung yang terbang mengikuti arah angin, tapi tetap mengepakkan sayapnya. Mengalirlah dengan aktif. Jangan buang – buang energi dengan hal yang merugikan diri dan orang lain apalagi masa depan kita.

Dunia jomblo nggak melulu kusam. Tergantung kita yang menjalaninya, mau kita beri “warna” apa. Dan semua itu berawal dari hati dan pikiran kita. Hati yang bersih penuh syukur dan pikiran cerdas yang jernih akan membuat kita produktif dalam “mewarnai” dunia jomblo kita. Coba kita salurkan ke hal – hal positif seperti produktif dalam berkarya atau melakukan kerja-kerja dakwah yang lebih efektif buat orang banyak. Mumpung masih lonely, kita masih punya konsentrasi yang banyak, waktu luang yang cukup dan sumber daya yang bisa kita optimalkan. Bukan berarti pas dah nggak jomblo nggak bisa produktif, tapi jelas kita akan membagi perhatian, tenaga dan waktu kita buat keluarga. Dan itu gak mudah man!. Nggak percaya?! Buktikan aja sendiri.

Jomblo, berarti kita punya waktu untuk bisa lebih jauh mempersiapkan diri menghadapi kehidupan selanjutnya termasuk kehidupan berumah tangga. Karena menikah tuh nggak cuman sekadar memadu cinta, lho! Atau hanya Cuma memadukan dua insan, tetapi memadukan dua keluarga. Nikah itu mudah, tapi setelah nikah baru ngerasa (gak nakut-nakutin loh). Dan masa Jomblo bisa kita pergunakan untuk lebih mempersiapkan diri kita untuk menghadapi pernikahan dan kehidupan rumah tangga.

Mempersiapkan ilmu, mental, jasmani, rohani hingga ekonomi. Termasuk rencana dan planning serta anggaran kehidupan. Berbeda kalo yang udah lengkap ibarat beli kendaraan terus kita dah punya STNK, BPKB, SIM (tapi gak Nembak) ya kenapa harus ditunda untuk segera berangkat. Justru kalo emank sudah “layak” menunda itu bahaya.

So, jangan kecil hati dech kalau memang mesti ngejomblo (sementara). Apalagi sampai patah arang, patah hati, apalagi ampe pengen matahin leher segala. Jangan, bro! cupet alias kerdil itu namanya. Dunia jomblo pun tak kalah indahnya koq. Asal kita nggak melihat dan menyikapinya negatif. Dan gak salah dalam menjaga dan menggunakan status Jomblo itu Karena bisa jadi runyam, karena jomblo nggak berarti sendiri, toh yang jomblo banyak jadi kita nggak sendirian khan? So, “(sementara) ngejomblo? Siapa takut!!!”

~~~
from : sahabat

4 thoughts on “NgeJomBlo itu (sementara) Nikmat Jenderal!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s